Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Paradigma Pembelajaran dan Paradigma Kinerja


Paradigma pembelajaran adalah pengembangan SDM bertanggung jawab untuk membantu perkembangan kapasitas belajar dalam pekerjaan jangka panjang pada tingkat individual, kelompok dan organisasional. Tujuannya berfokus untuk menghasilkan kinerja SDM yang baik melalui proses belajar bagi organisasi sehingga semakin mendekatkan pada tujuan organisasi.

Paradigma kinerja adalah pengembangan SDM yang berhubungan dengan peningkatan kinerja dan sistem teknologi kinerja. Berfokus terutama pada sistem kinerja di level individu serta mencakup intervensi belajar dan non-belajar yang terjadi pada semua level. individu yang bekerja dalam sistem harus memiliki kinerja yang baik apabila ingin memajukan karier dan memelihara pekerjaannya. Tujuan akhirnya adalah bukan hanya pembelajaran melainkan juga memperbaiki sistem kinerja yang ada dan menyediakan sumber daya yang mendukungnya. Sedangkan untuk potensi manusia di dalam organisasi harus tetap dipelihara, dihargai dan dikembangkan. Sehingga bisa menciptakan efektivitas kinerja di masa yang akan datang untuk menciptakan kinerja tinggi yang berkelanjutan.

Contoh kasus : Seorang Satpam perusahaan outsourcing di Bank yang merupakan gada terdepan pelayanan kepada nasabah, setelah dilakukan survey kepuasan pelanggan dan penilaian kinerja karyawan, menunjukkan kinerja yang tidak memuaskan. Hal itu karena dia tidak melakukan standart pelayanan Satpam yang telah ditetapkan, yaitu yang SEHARUSNYA : mengucapkan salam dan greeting kepada nasabah yang datang, menawarkan bantuan kepada nasabah yang kesulitan di bangking hall dan memastikan nasabah telah terbantu, mengucapkan terimakasih dan greeting saat nasabah meninggalkan kantor bank Satpam tersebut harus melakukan proses pembelajaran terutama mengikuti training SERVICE EXCELLENT, hal tersebut bertujuan untuk memperbaiki kinerjanya terutama saat memberikan pelayanan prima kepada nasabah. Selain itu satpam harus mengikuti Diklat Gada Pratama yang diselenggarakan oleh BINMAS POLRI selama 323 Jam untuk meningkatkan kemampuan Turjawali-nya (Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli) dalam menyelenggarakan keamanan dan ketertiban ditempat kerjanya. Setelah melakukan 2 proses pembelajaran tersebut, diyakini Satpam bisa melaksanakan tugasnya sebagai gada terdepan dalam pelayanan kepada nasabah bank sekaligus menjalankan tugas dalam melaksanakan fungsi kepolisian terbatas diarea kerjanya.

Posting Komentar untuk "Perbedaan Paradigma Pembelajaran dan Paradigma Kinerja"